Informasi beredar, perang sarung kerap dilakukan para pemuda saat dini hari bulan Ramadhan, dan usai sholat tarawih.
Kapolres Prabumulih, AKBP Witdiardi SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Bobby Eltarik didampingi Bhabinkamtibmas, Bripka Hernawan ketika dikonfirmasi, Jumat (31/3/2023) mengaku sudah melakukan pemantauan dan memberikan himbauan.
“Sejauh ini telah kita belum menerima laporan ada korban dari perang sarung itu, namun sebagai langkah antisipasi kita telah melakukan himbauan larangan perang sarung,” katanya.
Menurut Hernawan, Perang sarung dahulu hanya permainan para remaja. Mereka bermain untuk bersenang- senang. Namun dikhawatirkan perang sarung bisa menjurus ke perbuatan brutal. Sarung diikat menyerupai Cambuk dan di isi batu bahkan besi.
“Inikan akibatnya fatal jika mengenai lawan, makanya kita larang agar jangan ada indikasi kesana. Jangan sampai brutal,” ujarnya.
Dikatakan Hernawan, saat ini pihaknya terus melakukan patrolli di seputaran wilayah yang dianggap berpotensi dijadikan tempat perang sarung. “Kita harap, para orang tua turut mengawasi anak anak nya, jangan sampai terlibat perbuatan yang melanggar hukum,” pungkasnya. (Red)
Editor: Doko




