PALEMBANG, suarajurnal.co – Peristiwa kecelakaan (Laka) air di Teluk Tenggirik, kabupaten Banyuasin, yang melibatkan Speedboat 400 PK Semoga Jaya dengan Kapal Jukung MS Tiga Berlian yang menggandeng MS. Doa Bersama, pada Rabu (13/11/2024) sekira pukul 09.00 WIB lalu, menggeret nahkoda Speedboat Semoga Jaya bernama RM (40).

Warga kelurahan I Ulu, kecamatan Seberang Ulu I, kota Palembang ini ditetapkan penyidik Polda Sumsel sebagai tersangka, usai dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

“Hasil pemeriksaan intensif, penyidik menetapkan 1 orang tersangka atas nama RM (40), nahkoda Semoga Jaya asal kelurahan I Ulu, kecamatan Seberang Ulu I, kota Palembang,” terang Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Sunarto SIK, melalui via WhatsApp, saat dihubungi pikiran rakyat Sumsel, Minggu sore (17/11/2024).

Diungkapkannya, penyidik menyita barang bukti berupa 1 unit speedboat merk Semoga Jaya berikut 2 mesin 200 PK, 1 unit Kapal Jukung MS. Tiga Berlian dan 1 Kapal Jukung MS. Doa Bersama, serta barang bukti lainnya.

“Hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka RM dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Tersangka RM dijerat Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegas Sunarto, dalam pesan singkat tersebut.

Masih disampaikan Sunarto, bahwa terjadinya laka air di Teluk Tenggirik, kabupaten Banyuasin, pada Rabu (13/11/2024) sekira pukul 09.00 WIB itu, melibatkan Speedboat 400 PK Semoga Jaya dengan Kapal Jukung MS Tiga Berlian yang menggandeng MS. Doa Bersama.

Akibat kejadian itu, menyebabkan 1 orang korban jiwa bernama Wu Hao (WNA) asal Tiongkok. Korban merupakan karyawan Sichuan Kongfen Equipment Group Co Ltd (SASPG), vendor pada PT OKI Pulp and Paper Mills.

“Speedboat 400 PK Semoga Jaya yang mengangkut 23 penumpang beserta 2 orang kru, saat kejadian dari arah Palembang menuju Sungai Baung Air Sugihan, kabupaten OKI,” jelas Kombes Pol. Sunarto SIK.

“Saat melintasi sebuah tikungan di Perairan Teluk Tenggirik dengan kecepatan tinggi, tak mampu menghindar sehingga terjadi tabrakan. Speedboat 400 PK berusaha menghindari MS. Tiga Berlian dan MS. Doa Bersama, namun terkena di bagian belakang,” ungkapnya.

“Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecepatan tinggi, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Bagian belakang speedboat mengenai bagian samping kiri MS. Tiga Berlian. Mengakibatkan speedboat kehilangan kendali, masuk air dan tenggelam,” ucap Kabid Humas. (Abs)

Editor: Donni