suarajurnal.co, PALEMBANG – Desa Air Talas merupakan salah satu desa dari ratusan desa di kabupaten Muara Enim. Namun siapa sangka, nama desa ini telah melambung ke tingkat nasional. Dan salah satunya berkat sinergi masyarakat, Pemerintah dan Pertamina Hulu Rokan Zona 4.
Pasalnya, akhir tahun lalu desa yang berada di kecamatan Rambang Niru ini menjadi salah satu penyumbang Pertamina Field Limau melalui program CSR meraih penghargaan nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI berupa Proper Emas. Dan kali ini, tempat ini menjadi lokasi Field Trip Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel 2024 yang didukung oleh SKK Migas Sumbagsel, Selasa (21/5/2024).
Ketua FJM Sumsel, H. Oktaf Riyadi SH mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas Sumbagsel yang telah konsisten mendukung kegiatan-kegiatan jurnalistik FJM Sumsel. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Pertamina Hulu Rokan Zona 4 dan unsur Pemerintah setempat yang telah menyambut hangat rekan-rekan FJM Sumsel.
“Kami yang tergabung dalam FJM Sumsel ini terus bahu membahu bagaimana menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan industri minyak yang ada di Bumi Sumatera Selatan ini,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut, di Aula Balai desa Air Talas.
Menurut mantan Ketua PWI Sumsel dua periode ini, bahwa prestasi desa Air Talas yang menjadi salah satu wilayah kerja SKK Migas Sumbagsel sangat diapresiasi. Karena selain menjadi proses produksi minyak, juga memberikan dampak positif dari kegiatan sosial. Terbukti dengan binaan perkebunan jeruk setempat, pengolahan limbah jeruk, program Anggrek Dewata dan kegiatan sosial lain.
“Ini luar biasa, kami apresiasi. Dan mungkin tanpa SKK Migas kami tidak sampai mengunjungi tempat ini. Untuk itu, melalui momen ini kami ucapkan terima kasih,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Camat Rambang Niru, Fredy Febriansyah mengucapkan selamat datang dan rasa bangganya atas kehadiran rekan-rekan jurnalis yang tergabung pada FJM Sumsel di desa Air Talas. Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap desa Air Talas yang merupakan salah satu desa kebanggaan kecamatan Rambang Niru, kabupaten Muara Enim dapat tersampaikan kepada masyarakat lainnya.
“Karena ini menjadi salah satu destinasi wisata di Sumsel. Kalau di Malang terkenal dengan buah Apel. Nah di Air Talas ini terkenal dengan buah Jeruk, yang mulai panen beberapa bulan lagi,” terangnya.
Senada dikatakan Senior Manager Pertamina Field Limau, Bonus S Yogasana. Dikatakannya, desa Air Talas ini merupakan desa binaan dalam rangka pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Ia katakan, desa Air Talas menjadi salah satu lokasi program CSR dari PEP Limau Field yang bergerak di bidang pertanian dan wisata, yaitu dalam hal budidaya jeruk siam dan pengolahan jeruk menjadi berbagai olahan produk. Program ini berlokasi di desa Air Talas, kecamatan, Rambang Ninu, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan.
Diketahui desa Air Talas merupakan wilayah transmigrasi dengan mayoritas penduduk berasal dari pulau Bali, tepatnya dari desa Less, kabupaten Buleleng. Salah satu inovasi program ini adalah pengendalian hama CVPD yang menyerang tanaman jeruk para petani dengan menggunakan fungsisida trichoderma.
“Dan atas perjuangan yang telah dilakukan akhir tahun lalu desa Air Talas meraih penghargaan Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan predikat emas,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safe’i Syafri menyampaikan, bahwa Program Field Trip FJM Sumsel ini merupakan salah satu program tahunan SKK Migas Sumbagsel.
Dikatakannya, bahwa kegiatan ini merupakan sebuah agenda penting dalam rangka membangun pemahaman yang lebih baik dalam rangka melaksanakan kerja-kerja industri hulu migas.
“Karena selain sebagai agenda silaturahim, tujuan kegiatan ini menjadi wadah diskusi, yang konstruktif antara hulu migas dan sahabat jurnalis,” jelasnya.
Menurutnya, di era informasi yang begitu cepat ini, kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholder termasuk dengan sahabat jurnalis sangatlah krusial, untuk memastikannya informasi yang disampaikan kepada publik adalah yang benar-benar akurat. (**)
Editor: Donni
