SUMBA BARAT DAYA – Rangkaian pembangunan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1629/SBD semakin mendekati garis akhir. Pada Minggu (17/05/2026), Anggota Satuan Tugas (Satgas) bersama warga masyarakat Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, kembali bekerja bahu-membahu melaksanakan tahapan krusial sekaligus tahap akhir pembangunan fasilitas umum Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). Kini, kegiatan difokuskan pada pemasangan penutup atap, menandai semakin sempurnanya wujud bangunan yang telah dibangun dengan penuh dedikasi dan kerja keras ini.
Bangunan MCK yang sebelumnya telah berdiri kokoh dengan struktur pasangan batu dan dinding yang telah selesai diplester halus, hari ini tampak semakin lengkap dan utuh. Para anggota Satgas dan warga bekerja saling bergantian dan saling bantu. Ada yang bertugas di bagian atas bangunan menempatkan dan meratakan rangka penopang, ada yang mengangkat dan menyalurkan material atap, hingga ada yang memastikan pemasangan lembaran atap berjalan presisi, rapi, dan kuat terikat agar kedap air dan aman dari angin kencang. Pekerjaan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan ketelitian, memastikan setiap lembar atap terpasang rapat, simetris, dan kokoh menempel pada rangka yang telah disiapkan.
Pemasangan atap ini merupakan tanda nyata bahwa konstruksi bangunan telah rampung seluruhnya, mulai dari pondasi, pembuatan struktur, pasangan dinding, plesteran, hingga penutup atap. Fasilitas ini kini telah berubah dari sekadar rencana di atas kertas menjadi bangunan permanen yang utuh, siap digunakan, dan melindungi kenyamanan penggunanya dari terik matahari maupun curah hujan. Keberadaan atap ini juga menjadi pelengkap sistem sanitasi yang telah dibangun sebelumnya, termasuk septik tank dan saluran pembuangan, sehingga fungsi bangunan menjadi maksimal dan berjalan baik.
Pembangunan MCK lengkap fasilitasnya ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian TNI dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Selama ini, keterbatasan sarana sanitasi yang layak menjadi salah satu kendala utama masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kini, dengan hadirnya fasilitas yang permanen, bersih, dan memadai ini, harapan besar masyarakat untuk memiliki tempat yang layak bagi kebutuhan sehari-hari telah terwujud sepenuhnya. (*)
