ICE Skill-Up 2026 digelar di Telkom AI Center Makassar dengan fokus pada pelatihan desain UI/UX dan pengembangan web berbasis AI. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran end-to-end yang membantu mahasiswa membangun keterampilan praktis dan portofolio digital.

Makassar, 20 Mei 2026 – Telkom AI Center Makassar melalui pilar AI Connect mendukung penyelenggaraan “ICE Skill-Up 2026: Connected Intelligence – From Design, Code, to AI-Driven Interactive Innovation” pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan dua hari ini melibatkan sekitar 80 mahasiswa dan difokuskan pada penguatan keterampilan di bidang UI/UX, front-end development, serta pemanfaatan tools berbasis kecerdasan buatan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar berkolaborasi dengan Google Developer Group on Campus (GDGoC) Universitas Negeri Makassar, dan dilaksanakan di Telkom AI Center Makassar.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia. Mengutip pemberitaan Kompas.com, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid menyebut pemerintah memproyeksikan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, sementara ketersediaan talenta saat ini belum sepenuhnya memenuhi permintaan industri. Dalam konteks ini, pelatihan praktis seperti ICE Skill‑Up dipandang sebagai langkah strategis untuk memperpendek jarak antara kurikulum akademik dan kebutuhan pasar kerja.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar, Dr. Sanatang, S.Pd., M.Pd., menilai pendekatan berbasis praktik menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran formal di kampus. “Mahasiswa perlu ruang untuk bereksperimen dan mengenal langsung tools yang digunakan di industri, termasuk integrasi AI dalam proses kerja,” ujarnya.

Pelatihan difokuskan pada pembelajaran berbasis praktik dengan pendekatan end-to-end. Peserta mengembangkan desain UI/UX dengan tools AI untuk menghasilkan prototipe, kemudian mengimplementasikannya menjadi website interaktif menggunakan Visual Studio Code dengan dukungan generative AI. Hasil pengembangan tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui GitHub sebagai bagian dari portofolio peserta. 

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Business and Community Lead Telkom AI Connect, Sunarti M.R., turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik yang terintegrasi dengan pembangunan portofolio menjadi langkah penting dalam menyiapkan talenta yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. “Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya teori tersebut dengan tools yang relevan. Program seperti ICE Skill-Up membantu menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.

Hands-on web developmentĀ 

Dari sisi peserta, pendekatan praktik dinilai memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Salah satu peserta, Awan, menyebut kegiatan ini membantu memahami alur kerja pengembangan web secara utuh. “Kami bisa langsung praktik dari desain hingga menjadi website, sehingga lebih memahami prosesnya,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memiliki dasar untuk membangun portofolio dan mengembangkan proyek digital secara mandiri. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapan talenta digital sekaligus mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES