Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan bahwa pembinaan pemain usia muda merupakan kunci utama kemajuan sepak bola Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Gubernur Sumsel Tahun 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis (25/6/2026) sore.

Menurut Herman Deru, kompetisi berjenjang yang berlangsung secara berkelanjutan menjadi sarana penting untuk mencetak pemain berkualitas yang mampu memperkuat sepak bola nasional di masa depan.

“Saat ini yang jauh lebih penting adalah pembinaan pemain usia muda. Satu-satunya jalan adalah membenahi dan memfokuskan diri pada kompetisi pemain muda dari sekolah-sekolah. Dari sinilah akan lahir pemain-pemain berkualitas yang nantinya menjadi pelapis dan penguat Tim Nasional Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Turnamen Piala Gubernur U-15 tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga wahana mengasah kemampuan individu maupun kerja sama tim, sekaligus mempererat silaturahmi antarpelajar.

“Melalui turnamen ini, skill dan kemampuan para pemain muda dapat diasah, baik secara individu maupun dalam organisasi tim. Selain itu, kegiatan ini menjadi media untuk menanamkan jiwa sportivitas, disiplin, dan rasa kebersamaan antarpelajar,” ujar Herman Deru.

Lebih lanjut, Herman Deru menekankan pentingnya kompetisi yang terstruktur untuk membangun sistem pembinaan yang objektif dan profesional. Menurutnya, kompetisi akan menghasilkan database pemain yang memiliki rekam jejak yang jelas sehingga proses seleksi atlet dapat dilakukan secara lebih terbuka dan adil.

“Dari kompetisi ini diharapkan terbentuk database pemain muda yang memiliki track record jelas. Dengan demikian, proses seleksi pemain akan lebih fair karena didasarkan pada hasil kompetisi yang dapat dilihat publik, bukan berdasarkan rekomendasi semata,” tegasnya.

Ia meyakini pemain yang lahir dari kompetisi yang ketat akan memiliki kualitas teknik, mental, dan karakter yang lebih baik karena terbiasa menghadapi persaingan sehat sejak dini.

Karena itu, Herman Deru berharap turnamen serupa dapat menjadi agenda rutin demi memperkuat pembinaan sepak bola usia muda di Sumatera Selatan.

“Pemain masa depan harus lahir dari kompetisi yang sehat dan berjenjang, bukan pemain instan. Saya mendukung penuh kegiatan ini dan berharap turnamen seperti ini dapat diagendakan secara rutin demi kemajuan sepak bola Sumatera Selatan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen serta memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.

“Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Gubernur Sumsel Tahun 2026. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung sportivitas dan semangat persaudaraan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel, Dr. H. M. Alfajri Zabidi, S.Pd., M.Pd.I., M.M., menjelaskan turnamen berlangsung pada 25 Juni hingga 4 Juli 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Lapangan Panahan Jakabaring, dan Lapangan Baseball Jakabaring.

Sebanyak 17 tim dari 16 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta memperebutkan Piala Gubernur Sumsel dan total hadiah pembinaan sebesar Rp77 juta. Juara pertama memperoleh Rp35 juta, juara kedua Rp16 juta, juara ketiga Rp11 juta, dan juara keempat Rp9 juta.

“Juara turnamen ini nantinya akan mewakili Sumatera Selatan di tingkat nasional,” jelas Alfajri.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, serta Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 353/KPTS/DISPORA/2026 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Turnamen.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut sejumlah unsur Forkopimda, kepala daerah, serta tamu undangan lainnya.