BEKASI, 20 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Link Net Tbk (“Linknet”, Kode Emiten: LINK) kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Penanaman ini merupakan bagian dari program “New Home-Pass, New Tree”, sebuah inisiatif keberlanjutan Linknet yang telah dijalankan sejak tahun 2025. Melalui program ini, Linknet mengimbangi perluasan jaringan dan home-pass dengan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Linknet telah menanam sebanyak 22.500 pohon, termasuk 13.500 mangrove di wilayah pesisir Pemalang, Cilacap, dan Bintan.
Inisiatif tersebut terus diperluas sebagai bagian dari upaya Linknet untuk menghadirkan pertumbuhan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri teknologi Indonesia, Linknet terus memperluas jaringan dan infrastruktur digital yang kini menjangkau lebih dari 5 juta home-pass di lebih dari 80 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Linknet berkomitmen memastikan ekspansi konektivitas digital berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
_”Linknet percaya bahwa jejak konektivitas yang kami hadirkan di berbagai wilayah Indonesia harus sejalan dengan jejak hijau yang kami tinggalkan. Setiap bibit mangrove yang ditanam di Muara Gembong merupakan bagian dari komitmen kami untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir,”_ ujar Head of Regulatory & Sustainability Linknet, Lidia Elvina.
Pelaksanaan program ini turut didukung oleh kolaborasi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam menjaga kelestarian pesisir Indonesia. Dalam kegiatan penanaman di Muara Gembong, Linknet bekerja sama dengan Pertamina Foundation melalui Adi Askara Bumi (AAB), Yayasan Mangrove Bahagia Lestari, Kelompok Bahagia Berkarya (KEBAYA), serta komunitas dan masyarakat setempat.
Bagi Pertamina Foundation, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan, terutama dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
_”Kolaborasi dengan Linknet melalui program ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata bagi pemulihan ekosistem pesisir. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut menjaga kelestarian alam Indonesia,”_ ujar Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Tito Rahman Hidayatullah.
Pemilihan Muara Gembong menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir. Mangrove memiliki fungsi ekologis penting dalam membantu menjaga kawasan pesisir, menjadi habitat bagi berbagai jenis biota, serta berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Linknet juga telah menanam 5.000 mangrove di pesisir Serang.
_“Melalui program New Home-Pass, New Tree, Linknet menargetkan penanaman sebanyak 301.000 pohon sepanjang 2026–2028, termasuk 122.000 mangrove. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat lingkungan yang berkelanjutan sekaligus tumbuh bersama dengan perluasan konektivitas digital Linknet di Indonesia,”_ tambah Lidia.
Program New Home-Pass, New Tree menjadi bagian dari komitmen Linknet untuk mendorong pertumbuhan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, termasuk penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya khususnya memperkuat mata pencaharian dan masyarakat pesisir (SDGs1), memperkuat penyerapan karbon untuk menangani perubahan iklim (SDGs 13), memulihkan habitat biota laut (SDGs 14), melestarikan keseimbangan ekosistem (SDGs 15), dan membangun kemitraan lintas sektor yang inklusif (SDGs 17).
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
