Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan hari Senin (7/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 4.365 hingga 4.331. Prospek tersebut muncul setelah XAUUSD gagal menembus resistance di level 4.440 dan membentuk pola ABC Correction.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai kegagalan emas melewati resistance 4.440 menjadi sinyal penting dalam membaca arah pergerakan harga berikutnya. Level tersebut sebelumnya menjadi area yang harus ditembus apabila XAUUSD ingin mempertahankan momentum penguatan. Namun, karena harga kembali tertahan di bawah resistance, tekanan jual berpotensi mengambil alih dan membawa emas menuju level support yang lebih rendah.

Dalam analisis Dupoin Futures, terbentuknya pola ABC Correction juga menunjukkan bahwa XAUUSD masih berada dalam fase koreksi. Pola tersebut memberikan indikasi bahwa harga memiliki peluang untuk melanjutkan penurunan sebelum menemukan area yang dapat menjadi titik pantulan. Oleh karena itu, area 4.365–4.331 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam perdagangan emas hari ini.

Geraldo dari Dupoin Futures memperkirakan harga dapat terlebih dahulu menguji support 4.365 apabila tekanan jual terus berlanjut. Jika support tersebut tidak mampu menahan penurunan, XAUUSD berpotensi bergerak lebih rendah menuju 4.331. Namun, apabila harga mampu bertahan di zona tersebut dan muncul kembali minat beli, peluang terjadinya rebound tetap terbuka. Meski demikian, selama XAUUSD belum mampu menembus 4.440, Dupoin Futures masih melihat risiko koreksi sebagai skenario yang patut diwaspadai.

Pergerakan emas hari ini juga tidak terlepas dari dinamika pasar global. Harga emas berada di sekitar US$4.410 per troy ounce dan menghadapi sejumlah sentimen yang saling berlawanan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan di sekitar Strait of Hormuz.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi karena energi merupakan salah satu komponen penting dalam aktivitas ekonomi. Jika harga minyak bertahan tinggi, pasar dapat kembali memperhitungkan risiko tekanan inflasi yang lebih persisten. Kondisi tersebut menjadi penting bagi harga emas karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Dupoin Futures melihat kebijakan The Fed masih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan XAUUSD. Setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih kuat, ekspektasi pasar terhadap suku bunga kembali menjadi perhatian. Suku bunga yang berpotensi lebih tinggi dapat memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield Treasury, yang pada saat bersamaan dapat membatasi daya tarik emas.

Ketika yield Treasury meningkat, investor memiliki alternatif aset dengan imbal hasil yang lebih tinggi sehingga biaya peluang memegang emas ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Karena itu, dalam analisis Dupoin Futures, arah pergerakan yield Treasury dan dolar AS menjadi dua indikator yang perlu terus dicermati untuk menentukan potensi XAUUSD dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury dapat memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi mereda. Situasi tersebut dapat menjadi katalis bagi emas untuk melakukan pemulihan dari area support.

Perhatian pasar kini mulai bergeser ke data inflasi Amerika Serikat, terutama Consumer Price Index atau CPI. Data tersebut menjadi penting setelah laporan tenaga kerja AS memberikan sinyal yang relatif kuat. Menurut Dupoin Futures, pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan harga di Amerika Serikat masih cukup tinggi untuk memengaruhi keputusan The Fed pada pertemuan September.

Jika CPI menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, pasar berpotensi meningkatkan kembali ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Skenario tersebut dapat memberikan dukungan bagi dolar AS dan yield Treasury sekaligus meningkatkan tekanan terhadap XAUUSD. Kondisi ini akan memperkuat risiko harga emas untuk menguji area 4.365–4.331 seperti yang diproyeksikan Dupoin Futures.

Sebaliknya, apabila data CPI menunjukkan perlambatan inflasi, peluang pelonggaran kebijakan The Fed dapat kembali menjadi perhatian. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Dalam kondisi demikian, XAUUSD dapat memperoleh momentum untuk kembali naik dan menguji resistance 4.440.

Faktor geopolitik juga masih menjadi elemen penting dalam pergerakan emas. Ketegangan AS-Iran dan kondisi di sekitar Strait of Hormuz berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik biasanya mendorong investor mencari aset yang dinilai lebih defensif.

Namun, Dupoin Futures menilai pengaruh geopolitik terhadap emas perlu dilihat bersamaan dengan dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi. Kenaikan minyak akibat ketegangan geopolitik dapat meningkatkan risiko inflasi, yang kemudian berpotensi membuat The Fed lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Dengan demikian, sentimen geopolitik tidak selalu memberikan dampak satu arah terhadap harga emas.

Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat pergerakan XAUUSD berpotensi berlangsung volatil. Dari sisi teknikal, Dupoin Futures masih melihat peluang pelemahan setelah harga gagal menembus resistance 4.440 dan membentuk pola ABC Correction. Sementara dari sisi fundamental, arah dolar AS, yield Treasury, ekspektasi suku bunga, data CPI, serta perkembangan konflik AS-Iran akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas.

Berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.365–4.331 menjadi target support yang perlu diperhatikan jika tekanan jual berlanjut. Selama XAUUSD belum mampu menembus kembali level 4.440, skenario koreksi masih menjadi perhatian utama Dupoin Futures untuk perdagangan hari ini.

Pelaku pasar perlu mencermati respons harga ketika mendekati area support tersebut. Jika 4.365–4.331 mampu bertahan, peluang rebound dapat kembali terbuka. Namun, apabila support tersebut ditembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Dengan demikian, menurut Dupoin Futures, pergerakan emas hari ini akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan dari ekspektasi suku bunga dan permintaan safe haven akibat risiko geopolitik.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES