Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud SIP MM menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026, yang digelar di Ruang Rapat BPBD Provinsi Sumsel, Palembang, Selasa (15/9/2026).
Rakor dipimpin Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM serta dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr H Sandi Nugroho SIK SH MHum, Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin SE MM serta unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, BMKG dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Dalam rakor tersebut dibahas perkembangan terkini penanganan Karhutla, kondisi cuaca dan sebaran titik panas, kesiapan personel serta optimalisasi sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Gubernur Sumsel menyampaikan bahwa penanganan Karhutla saat ini difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas, di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Ogan Ilir. Penanganan dilakukan melalui penguatan pencegahan dan deteksi dini, patroli darat dan udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), water bombing hingga penegakan hukum.
Sementara itu, Kepala BNPB menekankan pentingnya penguatan Satgas Darat serta akurasi data dan laporan dari lapangan. Data yang disampaikan harus menggambarkan kondisi sebenarnya sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dan penyaluran dukungan secara tepat.
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni turut menekankan pentingnya penanganan Karhutla yang lebih terorganisir dan terintegrasi. Menurutnya, data dari seluruh unsur perlu dikonsolidasikan agar dukungan personel maupun peralatan dapat diberikan secara tepat sesuai kebutuhan di lapangan.
