Palembang – Pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin pesat di Sumatera Selatan mendorong PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus memperkuat infrastruktur dan kualitas layanan pengisian daya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian SPKLU Center pertama di Sumatera Selatan, bertempat di PLN ULP Rivai, Demang Lebar Daun, Palembang, yang tidak hanya menambah fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, tetapi menjadi bagian dari strategi PLN dalam menjawab perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Selatan.
Data nasional mencatat jumlah mobil listrik di Sumatera Selatan mencapai 2.047 unit pada Juli 2026, meningkat signifikan dibandingkan 849 unit pada Desember 2025. Pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dalam waktu sekitar tujuh bulan tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, sekaligus menghadirkan kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang semakin mudah dijangkau dan andal.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik menjadi sinyal bagi PLN untuk memastikan perkembangan tersebut diikuti dengan kesiapan layanan kepada pelanggan.
“Pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan infrastrukturnya. Karena itu, yang kami bangun bukan hanya titik pengisian daya, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan didukung layanan yang andal, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh,” ujar Diksi.
SPKLU Center Demang Lebar Daun dilengkapi 4 unit pengisian daya baru dengan 8 port charger CCS2 fast charging berkapasitas 120 kW serta 2 unit eksisting Fast Charging 2 berkapasitas 120 kW dan 180 kW. Kehadirannya sekaligus memperkuat jaringan layanan pengisian daya PLN UID S2JB di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Saat ini, PLN UID S2JB telah memiliki total 87 unit pengisi daya mobil listrik yang tersebar di 69 lokasi SPKLU, serta didukung satu unit SPKLU Mobile. Untuk kendaraan listrik roda dua, tersedia pula 40 unit fasilitas pengisian daya di 40 titik. Sebaran infrastruktur tersebut terus diperkuat agar penggunaan kendaraan listrik semakin praktis bagi masyarakat.
Menurut Diksi, pengembangan SPKLU tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah fasilitas, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik.
“Bagi kami, keberhasilan SPKLU bukan hanya dihitung dari berapa fasilitas yang dibangun atau diresmikan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa mudah fasilitas itu dijangkau, seberapa andal layanannya, serta seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan. Infrastruktur harus tumbuh mengikuti kebutuhan dan pola mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Tingginya kebutuhan terhadap layanan pengisian daya tercermin dari peningkatan pemanfaatan SPKLU di wilayah kerja PLN UID S2JB. Jumlah transaksi pengisian daya meningkat dari 1.958 kali pada 2024 menjadi 11.726 kali pada 2025. Hingga Agustus 2026, transaksi telah mencapai 28.176 kali.
Pertumbuhan juga terlihat dari konsumsi energi kendaraan listrik. Pemakaian listrik melalui SPKLU meningkat dari 44.917 kWh pada 2024 menjadi 309.243 kWh pada 2025, dan telah mencapai 762.975 kWh hingga Agustus 2026.
Diksi menilai tren tersebut memperlihatkan bahwa layanan SPKLU semakin menjadi bagian dari kebutuhan kelistrikan masyarakat.
“Angka ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen sudah terjadi. PLN harus mampu mengantisipasi pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur dan layanan lebih awal, sehingga ketersediaan fasilitas pengisian daya tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan kendaraan listrik,” tambah Diksi.
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik tersebut juga menjadi bagian dari transformasi PLN dalam menghadirkan solusi energi yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan. PLN UID S2JB sebelumnya menegaskan bahwa keberadaan SPKLU Center merupakan bagian dari kesiapan perusahaan dalam menjawab peningkatan populasi kendaraan listrik, sekaligus mendukung percepatan transisi energi dan terbentuknya gaya hidup rendah emisi.
Diksi menegaskan bahwa ekspansi infrastruktur akan terus berjalan beriringan dengan penguatan keandalan sistem kelistrikan dan mutu layanan kepada pelanggan.
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyambut positif penguatan infrastruktur kendaraan listrik di Sumatera Selatan. Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas pendukung agar masyarakat semakin yakin menggunakan kendaraan listrik.
“Green energy menjadi salah satu solusi pengurangan polutan, diantaranya dengan penggunaan kendaraan listrik. Sumatera Selatan sangat menghargai para pengguna kendaraan listrik yang mendukung green energy melalui subsidi pajak bagi pengguna kendaraan listrik. Saya berterima kasih pada PLN yang telah menunjukkan keseriusan terhadap layanan. Kehadiran SPKLU Center dengan layanan fast charging ini diharapkan dapat membuat masyarakat semakin nyaman dan percaya menggunakan kendaraan listrik” ujar Herman Deru.
Mora, salah satu pelanggan PLN Mobile pengguna EV turut merasakan kenyamanan penggunaan SPKLU PLN.
“Pake EV selain lebih green energy tentunya lebih hemat. Sebelumnya, Saya menggunakan mobil konvensional. Dalam sebulan menghabiskan biaya 5jt untuk biaya BBM. Sekarang menggunakan plug in hybrid EV hanya memakan biaya 1.2jt dalam sebulannya. Saya ke SPKLU demang karena fast charging CCS2 dan ada lounge-nya, mushola, jadi bisa nunggu sambil ibadah” ucap Mora.
Melalui penguatan SPKLU Center Demang Lebar Daun dan perluasan jaringan pengisian daya, PLN UID S2JB menempatkan perkembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada pelanggan. Infrastruktur tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan PLN dalam mengantisipasi pertumbuhan mobilitas listrik dan kebutuhan energi masyarakat di masa mendatang.
