SYDNEY – Aircall, platform komunikasi pelanggan berbasis AI yang dipercaya oleh lebih dari 24.000 bisnis di seluruh dunia, hari ini mengumumkan tahap selanjutnya dari strategi Asia Pasifiknya: memanfaatkan basis yang telah mapan di Australia dan Selandia Baru untuk melakukan ekspansi ke seluruh Asia Tenggara.

Dengan lebih dari 24.000 pelanggan di seluruh dunia, Aircall memperkuat komitmennya terhadap kawasan yang mengalami peningkatan permintaan pesat ini. Hal ini mencerminkan pergeseran nyata menuju komunikasi pelanggan yang memadukan agen suara cerdas (intelligent voice agents), alur kerja otomatis, dan pembinaan (coaching) secara real-time dalam satu platform terpadu.

Aircall melakukan investasi besar-besaran di Asia, dan lokalisasi menjadi inti dari strategi tersebut. Integrasi dengan WhatsApp merupakan salah satu contoh nyata penerapannya dalam praktik.

“Asia adalah pasar yang sangat potensial bagi agen suara AI. Kawasan ini mencakup beragam bahasa dan pasar, masing-masing dengan ekspektasi pelanggan tersendiri, dan komunikasi suara tetap menjadi cara utama bagi orang-orang untuk menghubungi bisnis tempat mereka berbelanja,” ujar Frank Eagleton, Managing Director Asia Pasifik di Aircall.

Minat di kawasan ini sangat tinggi: menurut KPMG, 87% CEO di Asia Pasifik memperkirakan adanya pengembalian atas investasi AI mereka dalam kurun waktu tiga tahun. Keyakinan tersebut beriringan dengan perubahan pesat dalam layanan pelanggan; Gartner melaporkan bahwa 85% pemimpin layanan pelanggan akan menjajaki atau melakukan uji coba penggunaan AI generatif percakapan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan pada tahun 2025.

Menurut Aircall, Agen Suara AI akan membantu tim di seluruh wilayah Asia Pasifik dalam memenuhi permintaan layanan yang harus selalu tersedia (*always-on*). Teknologi ini mampu menangani percakapan rutin dengan volume tinggi kapan saja dan dalam bahasa lokal, sembari mengalihkan interaksi yang memerlukan penilaian atau empati kepada staf manusia.

Untuk memimpin tahap selanjutnya ini, Frank Eagleton dari Aircall telah menjabat sebagai Managing Director Asia Pasifik. Eagleton akan mengawasi pertumbuhan perusahaan dan ekspansi pasar di kawasan ini melalui pendekatan yang mengutamakan saluran kemitraan (channel-first approach), serta bekerja sama dengan para mitra untuk menjangkau dan mendukung pelanggan di berbagai pasar Asia yang beragam.

Aircall juga telah menunjuk Rehan Wickremeratne untuk memimpin upaya ini, dengan tanggung jawab mengembangkan ekosistem mitra yang akan mendukung langkah tersebut.

“Asia Tenggara merupakan kawasan pertumbuhan yang dinamis dan krusial bagi kami. Kami membangun kehadiran kami di sini dengan cara yang sama seperti saat kami membangun ANZ: melalui mitra yang telah memiliki kepercayaan dari bisnis-bisnis lokal. Di berbagai pasar ini, hal tersebut berarti hadir di tempat di mana pelanggan sudah berada,” Eagleton.

“Agen suara berbasis AI mengubah kapabilitas interaksi dengan pelanggan. Agen ini menangani permintaan rutin secara instan sekaligus membebaskan tim untuk fokus pada momen-momen yang membutuhkan sentuhan manusia,” ujar Eagleton.

“Itulah perubahan yang kami bawa ke Asia, dan ini adalah langkah yang praktis: teknologi yang melakukan pekerjaan nyata dan mengambil tindakan konkret. Setelah meraih kesuksesan besar di Australia dan Selandia Baru, ekspansi ke seluruh Asia Tenggara merupakan langkah lanjutan yang wajar,” ujar dia.

Manfaatnya dirasakan oleh kedua belah pihak. Bagi pelanggan, agen suara AI berarti penyelesaian masalah yang lebih cepat, ketersediaan layanan sepanjang waktu, dan percakapan dalam bahasa mereka sendiri, tanpa kehilangan sentuhan manusiawi yang membangun kepercayaan.

Bagi mitra saluran (channel partners), teknologi ini membuka peluang yang jelas: untuk melokalisasi, mengintegrasikan, dan menghadirkan agen suara AI sebagai sebuah layanan, serta membangun hubungan yang lebih mendalam dan berjangka panjang dengan bisnis yang mereka layani. Aircall mengundang penyedia teknologi, pengecer (reseller), dan mitra layanan di seluruh kawasan ini untuk menjajaki kerja sama dalam menghadirkan kapabilitas tersebut ke pasar lokal.

“Agen suara AI yang paling bermanfaat tidak akan diciptakan secara terisolasi. Agen-agen ini akan dikembangkan bersama mitra yang memahami pasar lokal, bahasa, dan ekspektasi pelanggan,” kata Wickremeratne.

“Kami ingin memperluas ekosistem tersebut ke seluruh Asia, dan kami terbuka untuk berdiskusi dengan mitra yang memiliki ambisi serupa,” imbuh dia.