ASHTA District 8 di Jakarta Selatan kembali memperkuat komitmennya terhadap perkembangan seni dan kreativitas dengan menjadi partner 16th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia).
ASHTA District 8 di Jakarta Selatan kembali memperkuat komitmennya terhadap perkembangan seni dan kreativitas dengan menjadi partner 16ᵗʰ UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia). Memasuki tahun kedua sebagai partner penyelenggaraan UOB POY, ASHTA kembali menghadirkan pameran karya para finalis dan pemenang kompetisi seni tersebut di The Melting Pot, Ground Floor, ASHTA District 8, yang dapat dikunjungi publik hingga 7 Oktober 2026.
Kolaborasi berkelanjutan ini menjadi bagian dari upaya ASHTA untuk terus menghadirkan art sebagai salah satu elemen penting dalam karakter dan pengalaman ruangnya. Bagi ASHTA, seni tidak hanya hadir sebagai karya yang dinikmati secara visual, tetapi juga menjadi medium untuk mempertemukan berbagai perspektif, gagasan, dan komunitas dalam satu ruang. Kehadiran UOB POY untuk tahun kedua sekaligus memperkuat posisi ASHTA sebagai ruang yang mendukung ekosistem seni dan memberikan akses yang lebih dekat bagi masyarakat urban untuk berinteraksi dengan karya seni Indonesia.
Pameran 16ᵗʰ UOB POY (Indonesia) di ASHTA District 8 menampilkan 48 karya finalis, termasuk delapan karya pemenang, dengan beragam pendekatan artistik yang mengeksplorasi pengalaman manusia, ruang, lingkungan, serta cara manusia memahami dunia di sekitarnya. Pameran ini juga menjadi bagian dari Oktober Kreasi, kampanye nasional yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk merayakan ekonomi kreatif Indonesia dan keberagaman subsektor kreatifnya.
Merayakan Ragam Karya dan Perspektif Seni Indonesia

Salah satu karya yang menjadi highlight sekaligus pemenang dalam pameran tahun ini adalah “Urban Realism Layers” karya Begok Oner, yang meraih penghargaan 16ᵗʰ UOB Painting of the Year (Indonesia) untuk kategori Established Artist. Karya tersebut memadukan lapisan gambar, kata-kata, dan tekstur yang mengingatkan pada permukaan ruang publik, sekaligus menghubungkan ekspresi visual kontemporer dengan jejak seni cadas prasejarah. Melalui pendekatan tersebut, Oner mengeksplorasi kebutuhan manusia untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan terhubung dengan orang lain.
Sementara itu, dari kategori Emerging Artist, “Liminal Fragment 03” karya Alif Lamra meraih penghargaan Most Promising Artist of the Year (Indonesia). Karya monokromatik ini menghadirkan fragmen laut, langit, cahaya, dan bayangan yang membentuk lanskap familiar namun menyisakan ruang bagi berbagai interpretasi. Praktik artistik Lamra sendiri banyak mengeksplorasi objek dan ruang dalam kondisi transisi, ketika sesuatu yang awalnya terasa familiar perlahan menjadi tidak pasti.
Melalui keberadaan karya-karya tersebut di ASHTA, pengunjung dapat melihat lebih dekat keberagaman perspektif seniman Indonesia sekaligus menikmati pengalaman seni dalam konteks ruang urban yang dinamis. Bagi ASHTA, kesempatan untuk kembali menjadi bagian dari perjalanan UOB POY juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan ekosistem seni, khususnya dalam membuka ruang bagi seniman untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang mengatakan, “Kami menyambut baik dukungan berkelanjutan UOB Indonesia terhadap pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya di bidang seni. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi para seniman, mengembangkan talenta lokal, serta memperkenalkan karya kreatif Indonesia kepada audiens regional dan global. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat untuk mendorong kemajuan ekosistem seni Indonesia dan meningkatkan kiprah seniman Indonesia di tingkat global.”
Mendekatkan Seni dengan Kehidupan Sehari-hari
Bagi ASHTA, keberlanjutan kolaborasi dengan UOB dalam Painting of the Year menjadi bagian dari perjalanan untuk terus membawa art closer to everyday life. Dengan menghadirkan karya-karya pilihan dari seniman Indonesia di tengah kawasan urban, ASHTA membuka ruang bagi publik untuk melihat, menikmati, dan menemukan perspektif baru melalui seni.
Melalui kolaborasi yang kembali berlanjut tahun ini, ASHTA berharap ruang yang dihadirkan tidak berhenti sebagai tempat berlangsungnya pameran, tetapi menjadi titik temu yang mendorong lebih banyak percakapan mengenai seni, kreativitas, dan perspektif baru. Dengan art sebagai bagian dari DNA-nya, ASHTA terus membuka ruang bagi karya dan ide untuk menjadi bagian dari pengalaman urban yang lebih meaningful.
Pameran 16ᵗʰUOB Painting of the Year (Indonesia) dapat dikunjungi setiap hari di The Melting Pot, Ground Floor, ASHTA District 8, mulai 24 September hingga 7 Oktober 2026, pukul 10.00–22.00 WIB.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
