Palembang – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Palembang menggelar acara syukuran memperingati HUT KAHMI ke-60 tahun.

Momentum tersebut diperingati melalui Milad 60 Tahun KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa dengan tema “Membangun Kemandirian Ekonomi dan Memperkuat Persatuan Umat” bertempatbdi Grand Atiyasa Convention Center Palembang, Sabtu (3/10/2026).

Kordinator Presidium (Korpres) MD KAHMI kita Palembang Nurman Apandi pihaknya turut menghadirkan Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung, SSi MT  beserta jajarannya.

Ketua Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sumatera Selatan H. Joncik Muhammad, serta sejumlah alumni dan kader HMI dari berbagai daerah khususnya yang berada di Kota Palembang.

“Alhamdulillah MD KAHMI Palembang masih bisa menjalin silaturahmi dengan para alumni HMI, dan turut menghadirkan Presidium MN KAHMI Kanda Doli dan jajaran serta ketua Umum MW KAHMI Sumsel kanda Joncik Muhammad. Ini merupakan sebuah kebanggaan untuk kita semua dalam milad KAHMI yang ke 60 tahun ini,” ungkap Nurman selaku Korpres MD KAHMI Palembang.

Lanjutnya menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagai fondasi organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan. Data Demografi. Dirinya juga berharap KAHMI Palembang dapat terus memperlihatkan peran kaum intelektual melalui gagasan, kerja nyata, dan kontribusi yang dirasakan langsung masyarakat.

“Kami ingin KAHMI Palembang terus menunjukkan eksistensi kaum intelektual dan berkontribusi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, serta berkemajuan,” tegas Nurman.

Dengan memasuki usia enam dekade, KAHMI diharapkan tidak hanya mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga mampu memperkuat jejaring dan meningkatkan kontribusi sosial. Momentum Milad ke-60 pun menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang organisasi harus diikuti dengan kerja nyata, kolaborasi, dan kebermanfaatan yang lebih luas bagi bangsa dan umat.

Ahmad Doli mengatakan, tingginya antusiasme alumni dan kader HMI yang menghadiri kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa KAHMI masih memiliki daya tarik sekaligus terus berkembang di tengah masyarakat.

“Saya hadir di Palembang karena diundang dalam rangka Milad KAHMI ke-60. Saya melihat antusiasmenya luar biasa. Senior-senior dan kader HMI dari berbagai cabang hadir,” kata Ahmad Doli.

Menurut dia, kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan bahwa organisasi tersebut terus tumbuh dan semakin matang. KAHMI, kata dia, tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi para alumni, tetapi harus mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini menunjukkan organisasi terus tumbuh, semakin dewasa, diminati dan dikenal masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Doli berharap, memasuki usia enam dekade, para alumni HMI semakin matang dalam berpikir maupun bersikap. KAHMI juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

“Kita berharap semakin matang dalam berpikir dan memberikan solusi terbaik bagi bangsa, negara dan umat. Semakin matang dan dewasa dalam bersikap,” katanya.

Ia menekankan pentingnya KAHMI merangkul seluruh potensi yang ada di tengah masyarakat. Menurutnya, kekuatan alumni HMI tidak hanya berada pada jumlah, tetapi juga pada kemampuan untuk mengonsolidasikan berbagai latar belakang dan potensi untuk kepentingan yang lebih besar.

“Kita harus merangkul semua potensi umat dan bangsa untuk sama-sama memberikan kontribusi bagi umat, bangsa dan negara Indonesia,” tegasnya.

Joncik: Usia 60 Tahun Harus Semakin Dewasa

Sementara itu, Ketua Umum MW KAHMI Sumsel H. Joncik Muhammad mengatakan, usia 60 tahun merupakan fase kematangan bagi sebuah organisasi. Karena itu, KAHMI harus mampu berpikir jauh ke depan dan memastikan keberadaannya memberikan manfaat bagi kader HMI maupun alumni KAHMI.

“Alhamdulillah, usia KAHMI sudah matang, 60 tahun. Ini usia dewasa. Kalau orang sudah 60 tahun, tentu berpikirnya harus jauh ke depan. Bagaimana seluruh kader mendapatkan manfaat dari KAHMI dan HMI,” kata Joncik.

Ia mengingatkan seluruh kader dan alumni HMI agar mengedepankan gagasan dan intelektualitas dalam menghadapi berbagai persoalan, bukan mengandalkan kekuatan fisik. “Tidak boleh menggunakan otot. Kita harus mengedepankan pemikiran,” ujarnya.

Joncik menilai tingginya kehadiran alumni dan kader HMI dalam kegiatan Milad ke-60 KAHMI di Palembang menjadi sinyal positif. Terlebih, persiapan kegiatan tersebut disebut berlangsung relatif singkat, namun mendapat respons yang besar.

“Kader KAHMI banyak di sini, kader HMI juga banyak. Acara ini sebenarnya dadakan, tetapi ramai yang datang. Diskusinya juga luar biasa,” katanya.