PALEMBANG – Kekayaan kuliner tradisional bukan sekadar warisan cita rasa, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Semangat inilah yang mewarnai kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Hj Patimah Toha Tohet bersama Staf Ahli TP PKK Muba Liliyani Abdur Rohman dalam Festival Jajanan Bingen 2026 di Little Star OPI Mall Jakabaring (Tribun Utara), Palembang, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-39 Sriwijaya Post ini berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Salah satu agenda utamanya adalah pengajuan pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian jajanan bingen (tempo dulu) dengan jenis terbanyak.

Festival tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj Febri Herman Deru dan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus momentum perayaan HUT ke-39 Sriwijaya Post.

Dalam sambutannya, Pimpinan Redaksi Sriwijaya Post, Prawira Maulana menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Jajanan Bingen sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Sriwijaya Post.

Ia mengatakan, selama 39 tahun perjalanan, Sriwijaya Post telah menjadi salah satu media yang mengiringi perkembangan informasi di Sumatera Selatan. Ke depan, pihaknya berharap Sriwijaya Post terus menjaga kredibilitas dan menjadi wadah informasi yang terpercaya bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sekaligus mengingatkan kembali bahwa jajanan bingen merupakan warisan kuliner turun-temurun, dengan resep dan cita rasa khas yang diwariskan dari ibu kepada anak, sebagai bagian dari tradisi keluarga yang perlu terus dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada generasi mendatang,”terangnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha Tohet mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai langkah positif dalam melestarikan kekayaan kuliner tradisional sekaligus mendorong promosi dan pemberdayaan UMKM.

“Festival ini bukan sekadar menghadirkan nostalgia kuliner tempo dulu, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda. Kita ingin jajanan tradisional tidak hilang ditelan zaman, melainkan terus berkembang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan seperti ini, kuliner tradisional semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan daerah.

“Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal jajanan bingen dari cerita, tetapi mereka tetap bisa menikmati, mengenal, dan bangga terhadap warisan kuliner leluhurnya,” tutup Patimah.