suarajurnal.co, PRABUMULIH – Si Jago Merah kembali mengamuk di kelurahan Sungai Medang, Cambai, tepatnya di jalan Raya Sungai Medang RT 01 RW 01 arah jalan ke desa Muara Sungai, pada Minggu dini hari, 7 Januari 2024. Satu unit rumah milik warga, yakni Darman bin Mat Lana dan Enapsia Binti Mudin dikabarkan ludes terbakar.

Menurut Riandi, warga setempat mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

“Saat kejadian warga sekitar mulai panik. Api baru berhasil dipadamkan pukul 05.10 WIB, kejadian itupun tidak berlangsung lama, sekitar satu jam rumah habis terbakar, beruntung pada saat itu tidak ada angin, sedangkan daerahnya padat penduduk.

Sebelumnya masyarakat dan RT/RW berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya, pada saat itu Damkar dihubungi oleh pak Wawan, sekira jam 4.15 menit, tiba di lokasi sekitar 04.55, sekira pukul 05.15 api pun mulai padam,” ujar Riandi, yang juga Mantan Kepala desa Muara Sungai kepada media ini.

Riandi menuturkan, penyebab kebakaran diduga berasal dari api kompor rumah korban. Di mana saat itu, anak korban lagi masak Indomie memakai kayu bakar/puntung kayu.

“Pulang ke rumahnya pada jam 1 malam, habis mulung, perkiraan setengah dua malam, anak gadisnya yang bernama Rani memasak mie tersebut, dikira apinya sudah padam, Rani membawa mie ke teras depan rumah panggung/garang, disaat itulah Rani merasakan panas rumahnya, setelah ia melihat kebelakang api sudah membesar,” ungkap Riandi.

Lebih lanjut dikatakan Riandi, akibat kebakaran tersebut menyebabkan satu rumah panggung semi permanen milik Darman bin Mat Lana dan Enapsia Binti Mudin, yang berukuran 4×8 meter persegi dan berisi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu ludes terbakar.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, penghuni rumah, harus mengungsi karena rumah mereka rusak berat, karena habis ludes terbakar kemudian alami kerugian ditaksir hingga ratusan juta,” jelasnya.

Sementara itu, Enapsia pemilik rumah menuturkan saat kejadian dirinya dan anaknya masih berada di pasar, jualan. Sedangkan anak gadisnya yang masih remaja berusia 19 tahun berada di rumah. Pada saat itu, anaknya masak mie pakai kayu bakar, mungkin karena kurang hati-hati dan dirasa api sudah padam, namun ternyata percikan api mulai menjalar ke sekelilingnya dan menghanguskan rumah mereka.

“Saat kejadian kami masih di pasar bersama suami dan anak yang lainnya sedang memulung (mengumpulkan barang bekas). Api mulai merayap menyisiri rumah, hingga ludes terbakar seisi rumah, hanya yang tersisa pakaian di badan,” ungkap Anapsia, sedih, seraya berharap ada orang yang dermawan dapat membantu keluarganya.

Sementara mendapat kabar tersebut, H. Arlan langsung memerintahkan istrinya Hj Linda Apriani untuk meninjau lokasi kebakaran tersebut untuk memberikan bantuan. Sedangkan H. Arlan diketahui sedang berada di luar kota.

Tampak di lokasi kejadian, Hj. Linda Apriani dan rombongan memberikan bantuan kepada ibu Enapsia, yang disaksikan warga dan RT setempat.

“Mohon kepada yang sedang bersedih agar selalu sabar, dengan kejadian ini, ini ada sedikit bantuan dari kami, jangan dilihat nilainya, inilah rasa empati kami terhadap korban rumah yang terbakar,” ujar Linda seraya menenangkan ibu Enapsia. (KS)

Editor: Donni