JAWA BARAT – Cileungsi Federal Tire Motor Club (FTMC) pada Jumat (28/8/2026) resmi menggelar kegiatan Touring Purnabhakti FTMC 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada rekan-rekan yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia kerja, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar anggota FTMC.
Touring kali ini secara khusus menjadi momen pelepasan bagi Hendra (IBENK), Irwan (Dayak), Deni (Densu), Sugiyanto (Black) dan Ade Rahman (Ade) yang memasuki masa purnabhakti.
Sebanyak 64 riders turut ambil bagian dalam perjalanan tersebut. Dengan kendaraan kebanggaan masing-masing, para rider berangkat bersama membawa semangat persaudaraan, kebersamaan dan kecintaan terhadap dunia touring.
Selain menjadi ajang pelepasan rekan-rekan yang memasuki masa purnabhakti, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi FTMC karena dilaksanakan bersamaan dengan *pemilihan Ketua Umum FTMC yang baru*.
Dalam pemilihan tersebut, Dennis terpilih dan dipercaya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum FTMC yang sebelumnya di ketuai oleh Ponda.
Selain membawa misi untuk melepas rekan-rekan kita yang memasuki masa purnabhakti, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memilih Ketua Umum FTMC yang baru.
“Alhamdulillah, saya dipercaya untuk melanjutkan amanah ini. Semoga dengann support dan dukungan semua member FTMC, FTMC dapat semakin solid, semakin kompak dan semakin erat rasa persaudaraannya,” ujar Denis.
Ia menambahkan, kegiatan touring ini juga menjadi langkah untuk kembali menghidupkan berbagai kegiatan FTMC yang sempat vakum karena padatnya aktivitas masing-masing member FTMC.
“Kami ingin kembali mempromosikan dan menghidupkan kegiatan FTMC yang sempat vakum karena padatnya aktivitas masing-masing member FTMC. Harapannya, kegiatan seperti touring ini bisa kembali menjadi wadah untuk berkumpul, bersilaturahmi dan menjaga kekompakan seluruh anggota,”tambahnya.
Menjelajah 348 Kilometer, Menikmati Keindahan Jawa Barat
Para rider menyempatkan diri singgah di Curug Citambur sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Ciwidey dan Rancabali. Di kawasan tersebut, rombongan juga menikmati keindahan alam dan mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata, termasuk Situ Patenggang.
Perjalanan touring menempuh jarak total lebih dari 348 kilometer. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di wilayah Ciwidey dan Rancabali, rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Cileungsi.
Dalam perjalanan pulang, rombongan kemudian berpisah di wilayah Cianjur dengan sebagian anggota yang melanjutkan perjalanan menuju Bogor melalui jalur Puncak.
Bagi para rider, perjalanan tersebut bukan sekadar menempuh jarak ratusan kilometer. Setiap kilometer menjadi ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, tawa dan tentunya memperkuat rasa persaudaraan yang telah terbangun selama menjadi bagian dari FTMC.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa purnawirawan, di antaranya Soni, Agus Yogi, Eko, dan Richard. Kehadiran mereka turut menambah kehangatan acara sekaligus menjadi bentuk dukungan dan penghormatan kepada rekan-rekan yang memasuki masa purnabhakti.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak-bapak Purnabakti turut menyampaikan pesan bahwa berakhirnya masa kerja bukan berarti berakhirnya kebersamaan dan aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan.
“Pensiun dari pekerjaan adalah hal yang pasti akan kita hadapi. Tetapi tidak ada kata pensiun untuk sebuah hobi. Kapan pun ada acara touring lagi, mohon untuk dikabari. Saya akan usahakan untuk ikut. Doakan juga saya dan teman-teman Purnabakti tetap sehat jasmani dan rohani,” ungkap Sugianto.
Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa persaudaraan yang terbangun melalui FTMC tidak berhenti ketika masa pengabdian berakhir. Justru, purnabhakti menjadi awal dari babak baru untuk menikmati waktu, menjaga silaturahmi dan terus menjelajahi perjalanan bersama.
Setelah menikmati rangkaian kegiatan selama perjalanan, Minggu (30/8/2026) rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Cileungsi.
Seluruh rangkaian perjalanan berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh riders dapat kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat, selamat dan membawa cerita baru dari perjalanan kali ini.
