suarajurnal.co, LAHAT – Masyarakat kabupaten Lahat khususnya di kecamatan Pagar Gunung, belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya Kalender 2024 bergambar foto mantan Bupati Lahat Cik Ujang dan mantan Wakilnya, H Haryanto.

Ironisnya, tersebarnya kalender berbau politik praktis itu disayangkan oleh sejumlah pihak karena diisukan dibagikan oleh Bagian Perlengkapan Setda kabupaten Lahat.

“Ini jelas-jelas politik praktis. Sebab yang mengadakan kalender itu Bagian Perlengkapan Setda Lahat, yang menyebarkannya ke setiap kecamatan juga adalah orang-orang yang berkepentingan atas proyek pengadaan kalendernya, lokasi induk sebagai tempat pendistribusian kalendernya di kantor camat, yang mengatur juga tentu camatnya yang semuanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS),” ungkap warga berinisial Y, pada Selasa (2/1/24).

Menurut dia, pihaknya mendapat laporan dan kiriman kalender bergambar Cik Ujang dan Haryanto tersebut dari salah seorang Staff di kecamatan Pagar Gunung. Bahkan, lanjut dia, sebagian kalender sudah terealisasi dibagikan ke masyarakat.

Ia pun menyayangkan tindakan itu, karena secara institusi, Cik Ujang sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Lahat setelah masa jabatannya berakhir pada 9 Desember 2023 lalu, dan Bupati Lahat sekarang dijabat oleh Pj M Fadli S ST M.Si.

Ia menilai beredarnya kalender tersebut disinyalir ada unsur praktek politik praktis, mengingat tahun ini adalah tahun politik dan tidak lama lagi akan digelar Pemilu. Tidak menutup kemungkinan pasangan Mantan Bupati dan Wakil Bupati Lahat tersebut akan menjadi peserta Pemilukada 2024 ini.

Dia mensinyalir, tidak hanya di kecamatan Pagar Gunung saja yang mendapat kiriman kalender bergambar Cik Ujang dan Haryanto tersebut, melainkan di setiap kecamatan di kabupaten Lahat.

“Ini baru di satu kecamatan yang kami temukan secara jelas, belum lagi yang lainnya. Dan kejadian ini, kami anggap sebagai bentuk ketidakhormatannya para PNS terhadap Pj Bupati Lahat,” sambung Y.

Sementara itu, praktisi hukum sekaligus Caleg DPRD Partai PDI-P Dapil V, Mahendra Reza Wijaya SH menilai tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam proses beredarnya kalender tersebut, adalah orang-orang yang tidak punya rasa malu.

“Katek malu. Awak lah idak jabat Bupati agi, tapi masih ngedarkan kalender bergambar Cik Ujang dan Haryanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lahat. Ini para PNS yang terlibat, juga harus disanksi secara administrasi dan sanksi pidana sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Hendra. (SMSI Lahat)

Editor: Donni