PALEMBANG – Andie Dinialdie resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumsel yang digelar di Palembang, Minggu (2/8/2026).
Terpilihnya Andie secara aklamasi menandai berakhirnya proses pemilihan ketua setelah ia menjadi satu-satunya calon yang memperoleh dukungan penuh dari seluruh pemegang hak suara. Dengan mandat tersebut, Andie dipercaya memimpin Partai Golkar Sumsel untuk periode kepengurusan mendatang.
Musda XI menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Sumsel karena tidak hanya menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi forum konsolidasi organisasi dan penyusunan strategi politik menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Agenda tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Dalam arahannya, Bahlil menegaskan bahwa Musda merupakan bagian strategis dalam proses regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat soliditas partai di seluruh tingkatan.
“Musda ini bagian terpenting dalam proses organisasi. Saya berharap Golkar Sumsel semakin baik dan mampu melahirkan ketua yang bisa membesarkan partai,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, Partai Golkar Sumatera Selatan saat ini memiliki modal politik yang cukup kuat dengan tiga kursi di DPR RI, 12 kursi di DPRD Provinsi Sumatera Selatan, serta 85 kursi DPRD kabupaten dan kota.
Ia menilai capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kinerja politik partai melalui penguatan organisasi, kaderisasi, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Potensi yang dimiliki Golkar Sumsel harus dimanfaatkan untuk memperkuat kerja politik yang terukur serta meningkatkan kehadiran kader di tengah masyarakat,” tegasnya.
Bahlil juga mengajak seluruh kader meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Musda. Ia menekankan bahwa setelah kepemimpinan baru ditetapkan, seluruh elemen partai harus kembali bersatu demi membesarkan Partai Golkar di Sumatera Selatan.
Selain itu, ia menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar, baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota, agar semakin aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat serta mendukung program pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sumsel terpilih, Andie Dinialdie, menyatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan setelah menerima mandat adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ia berkomitmen membangun kepengurusan yang lebih modern, inklusif, profesional, dan terbuka dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi kader-kader muda untuk tampil dalam struktur maupun aktivitas politik partai.
“Konsolidasi menjadi tugas pertama kami, dimulai dengan menyusun kepengurusan DPD yang modern, inklusif, dan terbuka, termasuk memberikan ruang lebih besar bagi kader-kader muda,” kata Andie.
Selain memperkuat struktur organisasi, Andie juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia kader sebagai modal utama memenangkan kontestasi politik di masa depan.
Menurutnya, keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh kekuatan organisasi, tetapi juga oleh kualitas kader yang mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan daerah.
Ia pun menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang.
“Saat ini Golkar memiliki 12 kursi DPRD Provinsi, tiga kursi DPR RI, dan 85 kursi DPRD kabupaten/kota. Tugas kami ke depan adalah meningkatkan jumlah kursi tersebut melalui penguatan organisasi dan kualitas kader,” ujarnya.
Dalam Musda XI tersebut, jumlah hak suara yang digunakan sebanyak 23 suara. Sebanyak 17 suara berasal dari DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Sementara enam suara lainnya berasal dari DPD I Partai Golkar Sumsel, DPP Partai Golkar, Dewan Pertimbangan DPD I Golkar Sumsel, PD AMPG Sumsel, PD KPPG Sumsel, serta unsur organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar tingkat provinsi.
Dukungan penuh dari seluruh pemegang hak suara mengantarkan Andie Dinialdie memimpin Partai Golkar Sumatera Selatan dengan tantangan besar untuk menjaga soli
