PALEMBANG, suarajurnal.co – Jelang Pilkada Serentak 2024, jajaran Polda Sumsel jauh – jauh hari sudah menyiapkan strategi khusus guna mengantisipasi potensi konflik yang mungkin terjadi.
Seperti dipaparkan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi. Ia menyebutkan, bahwa jajarannya akan terus melakukan monitoring dalam mengantisipasi terjadinya potensi konflik jelang Pilkada serentak. Dirinya bahkan telah menyiapkan starategi khusus untuk mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi.
“Ya konflik yang timbul bisa saja disebabkan oleh pihak-pihak tertentu. Kami sudah perintahkan pendekatan persuasif kepada kelompok yang bertikai. Jika pendekatan ini tidak efektif, ya kita kasih tindakan tegas akan diambil terhadap aktor intelektualnya,” ungkap Andi Rian, Selasa (12/11).
Langkah pencegahan itu, lanjut Andi Rian, telah dilakukan jajarannya dari awal tahapan Pilkada hingga pelantikan Paslon terpilih.
“Jadi seluruh tahapan Pilkada, mulai dari distribusi logistik hingga kampanye dan debat kandidat, mendapatkan pengawalan ketat dari personel keamanan. Kita juga terus memantau isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial,” terang Andi Rian.
Apalagi, sambung Kapolda, untuk tingkat kerawanan di provinsi Sumsel dinilainya cukup mengkhawatirkan, karena berada pada peringkat kedelapan. Meski begitu pihaknya memastikan sejauh ini kondisi Sumsel tetap kondusif.
“Seluruh tahapan mendapat pengawalan ketat untuk menjamin kelancaran pelaksanaannya. Sejauh ini, tidak ada konflik yang berarti,” tegasnya.
Dilain pihak, Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi mengatakan, pentingnya menjaga netralitas ASN dan aparat negara dalam menghadapi Pilkada serentak. Netralitas ASN dinilai akan mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggaran pesta demokrasi.
“Kami berharap agar ASN menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi, mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, dan tidak memihak,” harapnya.
Pj Gubernur juga menambahkan, untuk mendorong upaya pembentukan tim pemantau berisikan Forkompinda di setiap wilayah guna mengantisipasi setiap potensi konflik yang ada.
“Jadi dengan wilayah provinsi Sumsel yang begitu luas, sinergi antara lembaga penyelenggara Pilkada menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan kelancaran pesta demokrasi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya menjelaskan, jajarannya saat ini telah mengupayakan berbagai langkah untuk memfasilitasi peserta pemilu dan membangun kepercayaan publik.
Pihaknya juga saat ini dikatakannya, sudah mengembangkan aplikasi cek DPT Online agar seluruh warga dapat memastikan hak pilihnya.
“Berbagai aplikasi kami kembangkan saat ini, agar Pilkada ini berjalan dengan transparan, jujur, dan berkualitas,” ujarnya. (Abs)
Editor: Donni
