Jakarta, 19 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan yang sehat di tengah kondisi suku bunga dan yield obligasi yang masih bergerak dinamis sepanjang tahun 2026.
Hingga Kuartal I-2026, BRI Finance mencatat cost of fund yang tetap terjaga pada level lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini didukung oleh optimalisasi struktur pendanaan perusahaan serta penguatan sinergi pendanaan bersama BRI Group.
Berdasarkan posisi Maret 2026, struktur pendanaan BRI Finance masih didominasi oleh pendanaan perbankan dengan porsi 56,01% atau sebesar Rp2,32 triliun. Sementara itu, obligasi berkontribusi sebesar 24,22% atau senilai Rp1,00 triliun, serta pendanaan lain melalui skema joint financing sebesar 19,77% atau Rp818,7 miliar.
Adapun pada April 2026, komposisi pendanaan perbankan tercatat sebesar 52,72% atau Rp2,20 triliun, diikuti obligasi sebesar 23,99% atau Rp1,00 triliun, dan joint financing sebesar 23,29% atau Rp973,9 miliar. Peningkatan porsi joint financing tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam menjaga efisiensi pendanaan di tengah tren kenaikan biaya dana industri.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa BRI Finance terus melakukan penyesuaian strategi pendanaan secara adaptif agar tetap mampu menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Di tengah kondisi suku bunga dan yield obligasi yang masih bergerak naik, BRI Finance melakukan sejumlah penyesuaian strategi pendanaan untuk menjaga efisiensi cost of fund sekaligus memastikan likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan baik,” ujar Dhani.
Dhani menambahkan beberapa langkah strategis yang dilakukan perusahaan antara lain dengan mengoptimalkan pendanaan tenor pendek, menjaga pengelolaan kas secara efektif untuk meminimalkan idle fund, serta memperkuat kinerja collection guna mempercepat arus kas masuk (cash inflow).
Selain itu, BRI Finance juga lebih selektif dalam menentukan waktu dan tenor penerbitan obligasi dengan mempertimbangkan kondisi pasar, sekaligus memaksimalkan pendanaan melalui skema joint financing yang dinilai memiliki tingkat suku bunga lebih kompetitif.
“Melalui strategi pendanaan yang disiplin dan adaptif, BRI Finance optimistis dapat menjaga stabilitas likuiditas perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat sepanjang tahun 2026,” tutup Dhani.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
