Jakarta, 16 September 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian masyarakat disabilitas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR (Pijat Netra Berdikari) Tahun 2026. Memasuki tahun ketiga, program pemberdayaan penyandang disabilitas netra ini diperluas ke Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, dengan memberikan pelatihan profesi terapis pijat tradisional kepada 20 orang disabilitas netra.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan keberlanjutan PIJAR merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan untuk berkembang dan mandiri.

“Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR kami yakini dapat menjadi sebuah sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dewi.

Program PIJAR telah berjalan sejak 2024 melalui kolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Cabang Jakarta Utara. Program dilaksanakan dengan memberi pelatihan dan sertifikasi pijat tuna netra serta pemberian alat bantu praktik. Kemudian pada tahun 2025 Perusahaan memberikan bantuan lanjutan berupa penyediaan fasilitas praktik pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada tahun 2026 ini, PT PSL kembali menyelenggarakan program PIJAR berkolaborasi dengan PERTUNI Semarang, serta Dinas Sosial setempat untuk memberdayakan 20 penyandang disabilitas netra. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan sertifikasi teknik pijat dasar, pendampingan, serta pemberian sarana pendukung.

Para peserta juga mendapatkan dukungan perlengkapan penunjang untuk mendukung proses pelatihan dan praktik. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan peserta dalam mengembangkan keterampilan dan memberikan layanan pijat secara profesional, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha setelah program berakhir.

Pelaksanaan PIJAR mendapat sambutan positif dari Lurah Karangrejo, Dwi Cahyono, S.Kom. Ia mengapresiasi langkah PT PSL yang memberikan keterampilan kepada masyarakat sebagai bekal untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri.

“Terima kasih atas perhatian PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan keterampilan kepada bapak dan ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri. Kami berharap program ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap ke depan program pemberdayaan lainnya dapat terus dikembangkan, termasuk yang menyasar UMKM dan potensi masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PERTUNI Semarang, Achyani, yang merupakan salah satu peserta PIJAR sekaligus terapis dan instruktur pijat netra. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.

“Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan program ini kepada kami. Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya agar kami dapat memperoleh rezeki secara mandiri dari keterampilan yang kami miliki,” ujar Achyani.

Sejak diluncurkan pada tahun 2024 hingga saat ini, Program PIJAR telah menjangkau 70 orang penyandang disabilitas netra di Jakarta dan Semarang. Sebagian peserta kini telah aktif memberikan layanan pijat secara mandiri maupun bekerja pada usaha kesehatan tradisional.

Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Inisiatif ini turut mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan membangun usaha yang berkelanjutan. Ke depan, PT PSL akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tutup Dewi.

ImageImageImageImageImageImage

—–

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES