LUBUK LINGGAU — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Polres Lubuk Linggau menggelar konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu di halaman belakang Mapolres Lubuk Linggau, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, akuntabel, dan transparan terhadap setiap perkara tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari hasil pengungkapan empat laporan polisi terkait peredaran gelap narkotika selama periode April hingga Mei 2026. Dalam pengungkapan tersebut, Satres Narkoba Polres Lubuk Linggau berhasil mengamankan lima orang tersangka yang saat ini menjalani proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dari keseluruhan perkara tersebut, penyidik menyita narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1.453,88 gram. Sebagian kecil barang bukti disisihkan untuk kepentingan pembuktian di persidangan dan pemeriksaan laboratorium forensik, sedangkan sebanyak 1.395,99 gram dimusnahkan sesuai ketentuan Pasal 91 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Proses pemusnahan dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi SH SIK MIK disaksikan oleh unsur Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Pemerintah Kota Lubuk Linggau, penasihat hukum, serta instansi terkait lainnya.
Barang bukti dimusnahkan menggunakan mesin blender yang telah diisi campuran air dan deterjen hingga tidak dapat digunakan kembali, kemudian dibuang ke tempat pembuangan yang telah disiapkan.
Kegiatan pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu bentuk akuntabilitas penyidik dalam memastikan seluruh barang bukti hasil kejahatan tidak disalahgunakan kembali serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat bahwa proses penyidikan dilaksanakan secara terbuka sesuai prosedur.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi SH SIK MIK menegaskan bahwa pemberantasan peredaran gelap narkotika akan terus menjadi prioritas jajarannya.
“Setiap pengungkapan perkara akan kami tindaklanjuti secara profesional hingga proses pemusnahan barang bukti. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujar AKBP Adithia Bagus Arjunadi SH SIK MIK.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari transparansi penegakan hukum sekaligus wujud keseriusan Polda Sumsel dalam memberantas peredaran narkotika.
“Kami memastikan setiap tahapan penanganan perkara narkotika dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polda Sumsel berkomitmen menindak tegas setiap pelaku tindak pidana narkotika demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH.
Polda Sumatera Selatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitarnya. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, bersih dari narkoba, dan kondusif.
