Yayasan Amal Sino Group Dukung Pertukaran AS-Tiongkok Menjelang KTT di Washington D.C.
HONG KONG – Di tengah persiapan pertemuan antara pemimpin AS dan Tiongkok di Washington D.C. pekan ini, hampir 100 mahasiswa Amerika dari 10 universitas turut menyampaikan pesan mereka sendiri.
Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Xi Jinping usai mengikuti program pertukaran selama sepekan di Tiongkok, para mahasiswa tersebut mengungkapkan bagaimana pengalaman itu telah membentuk pemahaman mereka mengenai kedua negara.
Mereka juga menyatakan harapan untuk menjadi “duta persahabatan lintas Pasifik” dengan membawa pulang berbagai kisah, persahabatan baru, dan wawasan yang telah mereka peroleh.
Pada tanggal 21 September, Presiden Xi memberikan balasan secara pribadi, seraya mendorong generasi muda dari kedua negara untuk terus menjalin persahabatan dan berupaya mewujudkan masa depan bersama yang lebih baik.
Para mahasiswa tersebut merupakan peserta program Future Makers 2026 China-U.S. Youth Tour for a Shared Asia-Pacific Future (Tur Pemuda Tiongkok-AS untuk Masa Depan Bersama Asia-Pasifik), yang diselenggarakan oleh Ng Teng Fong Charitable Foundation dan Beijing NGO Network for International Exchanges.
Selama periode 1–7 September, program ini mempertemukan 170 anak muda dari Tiongkok dan Amerika Serikat dalam kegiatan eksplorasi budaya, dialog langsung, serta kunjungan terkait teknologi di Jinan, Qufu, dan Beijing selama tujuh hari.
Institusi yang berpartisipasi meliputi American University, Central Michigan University, Columbia University, Harvard University, Kentucky State University, Saint Peter’s University, University of California Davis, University of California Riverside, University of Chicago, dan University of Washington.
Jackson Kreisner, seorang mahasiswa dari American University, mengatakan: “Berdasarkan pengalaman langsung, saya bisa katakan bahwa kaum muda Amerika dan Tiongkok memiliki lebih banyak kesamaan daripada perbedaan—kami mendengarkan musik yang sama, menyantap makanan yang sama, merasakan emosi yang sama, dan memiliki impian yang sama.”
Ainsley Reigler, seorang mahasiswa dari Central Michigan University, mengatakan dapat duduk berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai universitas dan latar belakang, serta mendiskusikan pandangan kami mengenai masa depan hubungan AS-Tiongkok, kerja sama global, dan peran generasi kami dalam membangun jembatan penghubung, merupakan pengalaman yang tidak mungkin saya dapatkan di dalam ruang kelas.”
Sebelum perjalanan ini, banyak peserta mengaku hanya mengenal Tiongkok melalui berita utama dan media sosial. Namun, mereka kemudian menemukan apa yang mereka sebut sebagai “Tiongkok yang sesungguhnya”—yaitu anak-anak muda yang tertawa mendengar lelucon yang sama, memikul tekanan hidup yang serupa, dan memiliki impian yang sama.
Di Qufu, tempat kelahiran Konfusius, mahasiswa Amerika dan Tiongkok bersama-sama mengeksplorasi bagaimana konsep Konfusianisme tentang “harmoni dalam keberagaman” tetap relevan dalam pertukaran lintas budaya saat ini.
Di Universitas Tsinghua, Beijing, para peserta bertukar pandangan mengenai tanggung jawab kaum muda, inovasi teknologi, dan kerja sama Asia-Pasifik, sembari membangun saling pengertian melalui percakapan yang terbuka dan jujur.
Program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung kemajuan Tiongkok di bidang teknologi dan inovasi. Kunjungan ke Beijing E-Town Robot World, Area Demonstrasi Mengemudi Otonom Tingkat Tinggi Beijing, dan Pabrik Mobil Xiaomi memberikan wawasan langsung mengenai robotika humanoid, teknologi mengemudi otonom, serta manufaktur tingkat lanjut.
Salah satu sorotan utama program ini adalah pembentukan “Forest for Tomorrow” (Hutan untuk Masa Depan) di Danau Yanqi, Beijing, tempat para pemuda Amerika dan Tiongkok bersama-sama menanam pohon pinus kulit putih (*white-bark pine*), yang melambangkan persahabatan abadi antara generasi muda kedua negara.
Ng Teng Fong Charitable Foundation mendanai sepenuhnya program ini bagi seluruh peserta asal Amerika, sehingga memungkinkan para pelajar dari beragam latar belakang untuk merasakan pengalaman langsung di Tiongkok. Melalui kemitraan dengan Beijing NGO Network for International Exchanges, inisiatif ini bertujuan memberikan kesempatan bagi pelajar dari berbagai latar belakang untuk mengenal Tiongkok secara langsung.
Bapak Daryl Ng, Direktur Ng Teng Fong Charitable Foundation sekaligus Ketua Sino Group, mengatakan selama program berlangsung, saya berkesempatan mendampingi para peserta Amerika mengunjungi Temple of Heaven (Kuil Surga) dan berbincang langsung dengan mereka.
“Saya sangat terkesan dengan rasa ingin tahu mereka terhadap budaya Tiongkok serta minat mereka pada perkembangan negara ini. Terinspirasi oleh pesan Presiden Xi, kami akan terus mendukung pertukaran dan dialog pemuda internasional, serta turut berperan dalam memupuk pemahaman, persahabatan, dan hubungan antarwarga yang lebih erat melintasi batas negara. Kami juga akan memanfaatkan peran unik Hong Kong sebagai ‘penghubung utama’ (super-connector) untuk semakin memperkuat pertukaran antara Tiongkok dan dunia internasional,” kata dia.
