suarajurnal.co, LAMPUNG TIMUR – Program bantuan bagi masyarakat miskin (BLT) terus digelontorkan Pemerintah pusat. Namun sayangnya, program bantuan untuk keluarga miskin (PKH) ini masih banyak ditemui tidak tepat sasaran, bahkan terkesan tebang pilih.

Seperti yang ditemui di desa Mulyo Asri, kecamatan Bumi Agung, kabupaten Lampung Timur. Dari informasi yang diterima media ini, masih ada warga yang diduga tidak mendapatkan program BLT tersebut.

“Kami tidak pernah didata, dan yang mengerti itu kan pamong dan lurahnya toh, sementara kami warga menengah ke bawah tidak pernah tersentuh bantuan seumur-umur. Ironisnya orang-orang kaya kaya dapet yang miskin justru tidak dapat,” keluh Sutiyo (73), warga dusun 4, desa Mulyo Asri, kepada media ini, Kamis (28/3).

Ia mengaku hanya pasrah. “Hanya bertani,” ucap pria lansia ini melanjutkan.

Nasib serupa juga dialami oleh seorang ibu-ibu. Ia menuturkan tidak pernah medapatkan bantuan tersebut. “Nah, gak tau gak pernah dapet lantaran aku warga baru, baru setahun mas,” ungkap dia.

Terpisah, Surip selaku kadus setempat, saat ditemui menjelaskan; “Terkait bantuan warga kami, sebelumnya selalu memperbarui data bahkan baru saja kemarin didata, namun data bantuan seperti PKH dan sebagainya tidak masuk-masuk gitu loh”.

Sayangnya, saat dimintai kontak nomor Kades setempat, Surip enggan memberikan, dengan alasan nomornya selalu gonta-ganti. “Nomernyo ganti-ganti dalam seminggu,” cetus dia, pada Kamis, (28/3/2024).

Terpisah, Kepala desa Mulyo Asri, Suyitno menyebutkan, bahwa jatah satu desa hanya sepuluh orang penerima BLT.

“Kalau yang belum dapet tahap pengusulan, Di desa hanya mengusulkan, yang menentukan orang sana bukan desa. Kalau desa itu bisa untuk meminta, semua masyarakat saya ini dibantu kok, tapi kami hanya bisa mengirim data dan yang mengeluarkan data lebih tepatnya dinas sosial, artinya di desa hanya pengajuan. Kami sudah mengirim data terbaru bulan Maret ini, selebihnya bisa ditanyakan di dinas terkait,” ucapnya, saat berhasil dikonfirmasi.

Dirinya juga menerangkan, soal publikasi media untuk di desanya sudah tidak ada anggaran. “Terkait publikasi sudah tidak ada, kalau mau konsultasi dulu lewat forum desa,” tukasnya. (Mad)

Editor: Donni