OKI – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan di dua wilayah dalam jajaran Kodim 0402/OKI, yakni Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Desa Tambang Rambang, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla, khususnya di tengah kondisi wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Di Desa Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Mabes TNI yang terdiri dari Kolonel Inf Richard Marihot Butarbutar, Kolonel Inf Agung Wahyu Perkasa, Kolonel Inf Hendrix Fahlevi Rangkuti, dan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti.
Tim memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla, termasuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api di lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam melakukan deteksi dini dan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi kebakaran, sehingga dapat dilakukan penanganan dengan cepat sebelum api meluas.
Sementara itu, penyuluhan di Desa Tambang Rambang, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Mabes TNI yang terdiri dari Kolonel Adm Dasiwan, Kolonel Sus Sakdun, Kolonel Kav Ibnu Khazim, dan Letkol Marinir Ahmad Fauzi.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Penyuluh memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla, baik terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Tim juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla. Peran masyarakat menjadi sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di dua wilayah tersebut, Mabes TNI terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari kesadaran bersama. Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan mampu melakukan deteksi dini, potensi kebakaran dapat ditekan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan.
Kegiatan penyuluhan Karhutla di Desa Anyar dan Desa Tambang Rambang berlangsung dengan aman, tertib dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Kehadiran Tim Mabes TNI di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan wilayah Sumatera Selatan yang lebih aman dari ancaman Karhutla.
