BANGKOK, THAILAND – Temasek Trust dan World Bank Group hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk kemitraan strategis yang bertujuan memanfaatkan kekuatan yang saling melengkapi antara filantropi dan pembiayaan pembangunan demi memajukan prioritas pembangunan bersama.

MoU tersebut ditandatangani di sela-sela acara perdana World Bank Group Philanthropy Forum yang diselenggarakan sebagai bagian dari Pertemuan Tahunan (Annual Meetings) lembaga tersebut di Bangkok.

Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas modal katalitik, platform penghubung (convening platforms), dan jaringan inovasi milik Temasek Trust Collective dengan keahlian pembangunan global, jangkauan, serta wawasan tingkat negara yang dimiliki World Bank Group. Bersama-sama, mereka akan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membantu solusi-solusi potensial untuk mencapai dampak dalam skala luas.

Paschal Donohoe, Managing Director dan Chief Knowledge Officer World Bank Group, mengatakan  seiring meningkatnya kebutuhan pembangunan dan tekanan terhadap sumber daya, kemitraan menjadi semakin penting.

“Organisasi filantropi membawa keahlian mendalam dan solusi inovatif yang sangat selaras dengan misi utama serta agenda penciptaan lapangan kerja kami. Philanthropy Hub akan menghubungkan berbagai gagasan, sumber daya, dan mitra untuk meningkatkan skala solusi tersebut serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan komunitas di seluruh dunia,” kata dia.

Sementara itu Direktur Eksekutif dan CEO Temasek Trust, Desmond Kuek mengatakan tantangan pembangunan saat ini tidak dapat dikotak-kotakkan secara terpisah.

“Filantropi dapat bergerak lebih awal, mengambil risiko, serta membuka akses terhadap kemitraan dan modal yang diperlukan untuk mengubah gagasan berani menjadi dampak yang berkelanjutan. Dengan bekerja sama secara sinergis bersama World Bank Group dan Philanthropy Hub-nya, kita dapat menjembatani kesenjangan sistemik, memperluas skala inisiatif yang terbukti berhasil, dan membuka jalan baru bagi aksi kolektif,” ujar Desmond Kuek.

Berdasarkan MoU tersebut, Temasek Trust dan World Bank Group berencana untuk berkolaborasi dalam tiga bidang:

  • Menghubungkan berbagai pihak dan pertukaran pengetahuan: Mempertemukan pemerintah, lembaga pembangunan, dunia usaha, organisasi filantropi, dan mitra lainnya untuk memperdalam kolaborasi, pembelajaran, serta pengembangan kemitraan terkait prioritas bersama. Hal ini mencakup partisipasi bersama dalam berbagai platform seperti World Bank Group Philanthropy Forum dan Philanthropy Asia Summit, serta melibatkan para pemimpin senior dalam dialog tingkat tinggi; serta memfasilitasi diskusi khusus mengenai misi-misi World Bank Group, termasuk Mission 300 dan Water Forward, serta pendekatan terhadap pendanaan bersama, pembentukan koalisi, dan pengembangan kesepakatan tingkat negara (country compacts).
  • Berbagi pengetahuan dan wawasan: Menghubungkan mitra filantropi secara lebih efektif dengan platform, keahlian, dukungan program, dan pengetahuan institusional World Bank Group. Kolaborasi ini juga dapat memfasilitasi keterlibatan di tingkat negara dengan memberikan wawasan mengenai tantangan, inovasi, dan peluang pembangunan lokal, serta memberikan panduan dan menghubungkan pihak-pihak dengan pemangku kepentingan, sumber pengetahuan, dan kemitraan yang relevan. Melalui pengembangan pengetahuan bersama dan penyediaan kumpulan solusi yang efektif, para pihak bertujuan membantu mengubah proyek percontohan yang menjanjikan menjadi model yang dapat direplikasi dan diperluas skalanya guna meningkatkan dampak yang dihasilkan.
  • Mengoordinasikan mitra dan modal untuk mendukung prioritas bersama: Mengidentifikasi pendekatan mobilisasi modal guna mendukung kemitraan yang lebih besar, lebih terkoordinasi, dan selaras dengan misi yang ada. Temasek Trust dan World Bank Group juga akan mengkaji bagaimana jaringan filantropi dan mitra masing-masing dapat diselaraskan secara lebih baik demi kepentingan bersama, sembari berbagi pengetahuan mengenai model penyaluran dan penggabungan modal untuk mendukung solusi pembangunan. Setiap pengaturan pembiayaan atau proyek spesifik akan dipertimbangkan secara terpisah dan tetap tunduk pada mandat, kebijakan, prosedur, sumber daya, serta persetujuan dari masing-masing pihak.

Bidang prioritas awal mencakup sektor air, pertanian, kesehatan, iklim, dan energi, dengan potensi kolaborasi yang dikaitkan dengan inisiatif-inisiatif relevan dari World Bank Group.