LUBUKLINGGAU – Aksi kriminalitas di pusat perbelanjaan meresahkan warga Kota Lubuklinggau. Seorang wanita paruh baya nekat menggasak satu unit telepon genggam (handphone) merk Samsung Galaxy A55 5G warna blue ice milik warga Kelurahan Jogoboyo di depan sebuah warung manisan kawasan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Mirisnya, tidak hanya merugi secara materiil, nomor WhatsApp (WA) di dalam HP korban kini disalahgunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksi penipuan masal secara acak (random) ke seluruh kontak korban. Serangkaian aksi nekat pelaku tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV warung di tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (02/11/2026) sekira pukul 12.15 WIB. Kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Vario dan memarkirkannya di depan warung manisan untuk berbelanja sembako. Saat turun, korban secara tidak sengaja meninggalkan HP miliknya di dalam kantong box depan motor.
Tak lama berselang, pelaku mengendarai motor matic warna putih yang juga melakukan transaksi belanja di toko yang sama, pada saat keluar dan hendak mengendarai sepeda motornya, pelaku Memanfaatkan kelengahan korban yang sedang sibuk berbelanja, pelaku dengan cepat merogoh kantong box motor korban, menggasak HP tersebut, lalu langsung tancap gas melarikan diri.
Korban yang menyadari HP miliknya telah raib langsung bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuklinggau Utara pada hari yang sama. Pihak penyidik Polsek pun telah turun ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Namun, situasi menjadi kian genting setelah pelaku mulai menguasai akun WhatsApp korban. Pelaku secara agresif mengirimkan pesan-pesan penipuan kepada kerabat dan kontak yang tersimpan di HP korban, mencoba meraup keuntungan finansial dengan memanfaatkan nama baik korban.
Saat dikonfirmasi, korban mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Dirinya tidak hanya mencemaskan kerugian materiil, tetapi juga keselamatan nama baiknya serta keamanan kerabat dekatnya yang kini menjadi sasaran teror penipuan sang pelaku. Korban menaruh harapan besar agar pihak kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku sebelum jatuh korban penipuan yang lebih banyak.
“Saya sangat berharap pihak kepolisian bisa segera bergerak cepat menangkap pelaku. Kasus ini bukan cuma soal HP saya yang hilang, tapi nomor WhatsApp saya sekarang dipakai pelaku untuk menipu semua kontak teman dan keluarga saya. Saya tidak ingin ada orang dekat atau keluarga saya yang tertipu dan mengirim uang ke pelaku. Tolong pak polisi, tangkap pelakunya secepat mungkin,” ujar korban penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian yang berujung pada kejahatan siber (cybercrime) ini sedang ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian. Masyarakat dihimbau untuk mengabaikan dan tidak melayani apabila menerima pesan mencurigakan atau permintaan uang dari nomor WhatsApp korban.
