suarajurnal.co, MUARA ENIM – Santernya pemberitaan yang beredar di berbagai media tentang adanya dugaan gudang ilegal di desa Sigam, kecamatan Gelumbang, kabupaten Muara Enim, beberapa waktu lalu, tepatnya pada 20 Desember 2023 kemarin, yang diduga melibatkan oknum TNI dari institusi kaveleri Karang Endah, banyak disayangkan warga, karena dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.
Di mana dalam isi pemberitaan tersebut, Desri dari Pose RI menuturkan, oknum TNI inisial KT dan KA terlibat dalam aktivitas penimbunan minyak ilegal.
Tak sampai di sini, tim dengan mengajak awak media langsung meninjau lokasi yang disinyalir sebagai gudang BBM ilegal. Saat dikonfirmasi, warga RT. 01 Sigam 3 kayal kecamatan Gelumbang, kabupaten Muara Enim, Doby mengaku tidak pernah melihat adanya aktivitas gudang BBM ilegal, seperti yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya.
Menurutnya, baik dirinya maupun warga lainnya tidak pernah mengetahui atau melihat sama sekali adanya aktivitas BBM Ilegal di sekitar tempat tinggalnya. “Aktivitas gudang BBM ilegal sama sekali kami tidak mengetahui, apa lagi melihat. Kami dak tau kak, soalnyo aku lah lamo tinggal di sini, pernah liat tapi sekali-kali, itu pun sopir istirahat ngopi dan makan,” tuturnya, kepada awak media.
Senada juga disampaikan oleh Ifan, warga lainnya. Bahkan ia mengatakan, hal itu sudah lama menjadi isu di tengah masyarakat. “Dulu pernah ado isu-isu, tapi sampai sekarang dak pernah ado,” tegas Ifan, saat awak media mencoba menunjukan isi pemberitaan ke warga dan foto yang divonis sebagai gudang.
“Pak ini bae foto lamo, soalnyo di pondok itu dulu ado batang jambu, sekarang katek (tidak ada) lagi batang jambu itu, lah lamo mati, kalo foto mobil tangki di situ mungkin saat sopir istirahat makan karno ado rumah makan di sampingnyo,” ujarnya.
Kabar yang dinilai hoax ini pun, mendapat tanggapan serius dari pemerintah desa Sigam 3 kayal. Kepala desa Sigam, Farjan menuturkan, bahwa dirinya tidak mengetahui adanya aktivitas itu. “Tidak ada laporan warga ataupun Saya sendiri yang melihat,” tandas Farjan, ketika dibincangi di ruangan kerjanya.
Mendapati kebenaran tersebut, tim pun tak berhenti di situ. Tim kemudian kembali mencari dan menggali informasi yang lebih akurat dengan mengkonfirmasi langsung ke Kavaleri Karang Endah melalui Pasi Intel, Lettu Kav M. Faisal Andrian.
Kepada para pewarta, saat diwawancarai, Pasi Intel menyebut sangat menyayangkan beredarnya pemberitaan tersebut, tanpa adanya upaya konfirmasi terlebih dahulu.
“Kita sudah baca di berbagai media, tetapi yang saya sangat sayangkan, bahwa dari berbagai media yang mengangkat pemberitaan tersebut, tidak pernah ada konfirmasi kepada kami, dan Saya sendiri tak mengetahui KA dan KT itu siapa yang dimaksud ? Saya pastikan di Batalyon ini tidak ada oknum yang terlibat apa lagi penimbunan BBM ilegal ini. Jika perlu kita undang dari Pose RI untuk konfirmasi yang berinisial KA dan KT itu tunjukkan siapa, namun apabila tidak terbukti kami sebagai institusi yang terkait, kami harap agar pihak Pose RI untuk mengklarifikasi dan meminta maaf dan kami akan menindak lanjuti karena mencemarkan institusi TNI,” tukasnya. (*)
Editor: Donni
