“Ini baik, olahraga sehat, dan kita sangat mendukung olahraga, kerana kebutuhan nya adalah kesehatan.” Jelasnya.

Namun dibalik itu, masih kata Sanusi sapaan akrabnya, kita hanya mempertanyakan sumber anggaran dana yang digunakan dalam kunjungan beliau melakukan safari, dalam kunjungan di beberapa kota diluar prabumulih, urainya.

Karena dari itu, ini patut dicurigai, takutnya berpotensi menjadi tanda tanya besar dan akan menjadi konsumsi kedepan. Maka secara tegas direktur SCW meminta kajari Prabumulih untuk mengusut sumber dana, anggaran yang digunakan oleh walikota Prabumulih bersama beberapa kepala dinas dan OPD ikut dalam giat tersebut, tegasnya.

Terkahir, ketua SCW, berkomitmen, sesuai dengan pedoman, untuk selalu mengawal anggaran negara yang dipakai, sehingga ke depan tidak melenceng dari juknis, juklis yang sudah ditetapkan. Dan tidak merugikan negara, pungkasnya.

Sementara, portal ini mengkonfirmasi melalui Kabag Humas dan protokol Tavip  terkait giat main bola kaki Pak Wali, selaku Kabag humas  dan Protokol yang ngatur jadwal walikota,, apa sapari sepak bola ke kota kabupaten lainnya, masuk dalam agenda kegiatan (kunjungan) pemkot?

“Kalau tentang giat olah raga tidak di humas dindo itu di OPD DKOP trims” tulis Tavip dipesan Whatsapp nya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DPOKP) Joko Firdaus menegaskan kalau dana kunjungan sepakbola adalah murni dana pribadi.

“Semua giat kunjungan sepak bola bapak walikota ridho yahya adalah murni dana pribadi beliau,”

Disinggung beberapa OPD ikut mendampingi perjalanan safari sepakbola walikota, Joko membenarkan.

“Ya kita hanya mendampingi bapak walikota, seperti kepala BKPSD dan Kasidhub. Sekedar ucapan terima kasih pada pak wali kami mendampingi,”(Red)
Editor: Doko