suarajurnal.co, PRABUMULIH — Seperti dianak tirikan. Istilah ini sangat pas dan pantas  bagi warga yang tinggal sekitaran  talud sungai yang membelah Kelurahan Muntang Tapus, tepatnya, Jl. M. Yamin no. RT 13 RW 03, Kelurahan  Muntang Tapus Kecamatan  Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

Tampak kondisi ambruknya talud juga sudah membuat pagar rumah warga roboh, bahkan kondisi jembatan kini sudah mulai turun, dan ada cekungan,  diduga karena dinding penahan tanah sudah mulai tergerus air karena beton talud di beberapa titik nampak sudah hancur.

Informasi dihimpun, Jumat (8/9/2023) terakhir kalinya pembangunan talud ini, ketika almarhum Dr. Drs. H. Rachman Djalili, M.M ketika ia menjabat sebagai Walikota Prabumulih beberapa tahun silam. Cukup miris memang  hingga akhir periode kepemimpinan Walikota Ridho Yahya dan Wakil Walikota Andriansyah fikri yang tinggal menghitung hari namun belum juga dapat menyentuh perbaikan pekerjaan talud  yang terlihat sudah porak poranda di gerus derasnya air.

Kerlin warga setempat yang rumahnya  tinggal bantaran sungai tersebut cukup khawatir karena kondisi talud yang terus menerus roboh tergerus Air, Ia mengungkapkan ambruknya talud telah berdampak pula pada robohnya pagar beton rumahnya, bahkan lantai halaman rumah pun sudah mulai retak dan turun,” Saya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah Kelurahan sejak 3 tahun lalu namun hingga kini belum jua mendapat perhatian. Saya memohon dan berharap melalui media ini Pemerintah Kota dan DPRD Prabumulih dapat segara memberikan solusi agar talud ini segara di bangun kembali,” harapnya.

Lanjut kerlin mengatakan bahwa proposal pengajuan bukan hanya di sampaikan ke pihak pemerintah kelurahan bahkan seingat dirinya sejak tiga tahun yang lalu usulan pengajuan proposal juga telah di sampaikan ke DPRD kota Prabumulih.

” Kalau pengajuan proposal ke kelurahan muntang tapus sudah  pernah sejak 3 tahun yang lalu tapi  belum ado realisasi. Dan Proposal juga sudah pernah di sampeke ke DPRD,” katanya.

Semetara usman Ketua RT setempat yang sempat di konfirmasi awak media melalui pesan What’s apps nya mengatakan dirinya telah mendapat laporan dari warganya sejak tiga tahun lalu telah mengetahui proposal pengajuan dari warganya tersebut namun upaya tersebut belum jua membuahkan hasil.

“Kondisi talud memang sudah seharusnya diperbaiki pak karena posisi talud sudah menggantung dan otomatis tanah akan terkikis arus air jelas ini berdampak pada kontur tanah yang turun berakibat pada roboh nya pagar beton, tentu kami pun berharap ini menjadi prioritas karena sangat berdampak pada rumah warga kita,” ujarnya.

Senada Diana lurah Muntang Tapus yang membenarkan pada saat menjabat dirinya  melalui pihak  kelurahan mengetahui bahwa memang ada proposal pengajuan pembangunan Talud tersebut, bahkan dirinya mengungkapkan arsip  usulan proposal tersebut masih di simpan di kantor kelurahan muntang Tapus. “Ya pernah kita  di ajukan  dan arsipnya masih di simpan di kantor,” ungkapnya singkat. (Rils-Tim SMSI Prabumulih).

Editor: Doko